Fakta Bersejarah dari Suku Dunia yang Tersingkir Akibat Invasi Eropa

Jadi terdapat sejarah yang didalamnya, bangsa Eropa Kuno ini sudah terkenal sebagai bangsa yang gemar sekali menjelajah dan melakukan eksplorasi ke tempat-tempat yang jauh sekali dari kampung halaman mereka. Jadi dengan ini kalian bisa tengok saja nama-nama besar seperti Christopher Columbus, lalu Bartolomeu Dias, ada juga Francisco Pizzaro, lalu adanya Ferdinand Magellan, Giovanni da Verrazzano serta masih banyak lagi yang lainnya. Mereka ini sudah dijuluki sebagai penjelajah dunia dikarenakan memang mereka sudah sukses untuk melakukannya. 

Namun dalam hal ini masih terdapat dampak dari eksplorasi dan juga penjajahan tersebut, terutama sekali dampak buruk untuk suku-suku asli atau bangsa Pribumi yang memang ada di wilayah-wilayah terpencil yang ada di dunia. Penjelajahan bangsa Eropa ini umumnya akan berujung pada kolonisasi yakni : melakukan migrasi besar-besaran yang selalu saja dibarengi pada penguasaan wilayah tersebut secara mutlak adanya. Jadi kira-kira menurut sejarah, suku mana saja yang faktanya tersingkirkan akibat adanya invasi bangsa Eropa itu sendiri. 

Tersingkirnya Suku Maori dari Selandia Baru 

Dari situs idntimes.com sudah mengutip pada laman Britannica bahwa, suku Maori ini sudah ada di Selandia Baru sejak 1400 masehi lamanya. Bahkan untuk jejak-jejak dari migrasi mereka ini sudah ada sejak 1300 masehi dan menjadi hal yang membuat mereka ini sebagai suku pribumi atau asli dari Selandia Baru. Secara tradisional maupun pada strata sosial, mereka ini telah diatur berdasarkan dari Hapuu yakni adanya kelompok terpenting yang umumnya menguasai tanah dan mampu dalam mengatur adanya kebijakan dari suku. 

Pada bulan Desember tahun 1642, seorang penjajah Belanda bernama Abel Tasman serta pasukannya tiba di Selandia Baru. Dan sejarah sudah mencatat juga bahwa pada tahun inilah bangsa Eropa untuk pertama kalinya telah menemukan dan juga mendiami dataran Selandia Baru. peperangan dengan adanya Suku Maori tentu saja tidak bisa dihindarkan lagi mengingat adnaya suku Maori yang merasa paling berhak sekali untuk mendiami wilayah ini dikarenakan merekalah yang pertama kali sudah ada di sana. 

Lalu masuk di tahun 1769, penjelajah dari Eropa yakni James Cook seorang ahli kelautan asal Inggris mendatangi Selandia Baru bahkan bisa menginvasi langsung beberapa pulau dengan cukup masif sekali. Dan di era inilah James melakukan pembangunan Kolonialisme di Selandia baru dikarenakan memang wilayah ini dinilai subur dan cocok sekali untuk bisa ditinggali oleh Bangsa Eropa. Nah awalnya untuk kedatangan dan kolonialisme dari james ini masih disambut sangat hangat oleh mayoritas dari Suku Maori. Namun setelah seiring dari berjalannya waktu, teknologi dan juga senjata-senjata dari Barat sudah menyingkirkan budaya serta struktur sosial dari Maori. Puncaknya sudah ada di akhir tahun 1830 an dimana Selandia Baru sudah mulai bergabung dengan Eropa dan baik sudah secara administratif pemerintahan maupun militer. 

Untuk saat ini tentu saja orang Eropa bisa menjadi mayoritas warga Selandia Baru. Dan menurut dari data yang diambil dari Scoop Independent News oleh idntimes.com bahwa Populaso dari Etnis Eropa sudah mencapai 70,2% dari tahun 2018. Sementara itu populasi Etnis Maori hanya mencapai di angka 16% dan itu selisih sedikit saja dengan populasi dari etnis lainnya seperti pada etnis Asia dan Afrika. Walau begitu, Selandia Baru sudah menjadi salah satu negara maju yang damai dan juga makmur. Hubungan antara orang-orang Eropa dengan Suku Maori yang bisa saja terjalin dengan baik dan saling menghormati satu sama lain. Status dan keberadaan orang Eropa serta Suku MAORI ini bisa dianggap sama dengan hukum yang berlaku di Selandia Baru. 

Tersingkirkan Suku Aborigin di Australia 

Untuk suku tersebut manakala telah terpinggirkan oleh Invasi dari bangsa Eropa secara besar-besaran di Australia. Dari laman human right yang terlansir oleh situs idntimes.com mengungkapkan bahwa sesuai dari data-data arkeologi sebetulnya suku Aborigin sudah mendiami tanah Australia selama 65 ribu tahun. Dimana hal ini juga bisa menegaskan bahwa Suku Aborigin menjadi salah satu suku dan kebudayaan tertua yang ada di dunia dan masih saja eksis hingga sampai detik ini. Dimana artefak perkakas batu dan peninggalan Kuno yang ditemukan di berbagai wilayah Australia menjadi sebuah peninggalan bersejarah yang begitu penting bagi ilmuwan dan juga ahli sejarah. Pasalnya dari usia peninggalan ini sangat amat tua dan bisa membuktikan bahwa Suku Aborigin ini menjadi suku awal yang mendiami langsung Negeri Kanguru tersebut. 

Yang sudah ditulis langsung oleh National Library of Australia pada situs idntimes.com, baru terjadi pada tahun 1606 dimana penjelajah asal Belanda bernama Willem Janszoon berlabuh langsung di sisi barat dari semenanjung Cape York untuk melakukan ekspedisi dan Kolonisasinya. Oh ya untuk penjelajah Inggris yang memiliki nama James Cook juga rupanya memiliki peran terhadap proses dari kolonialisme di Australia pada era 1700 an. Dan saat itu, Migrasi dari orang-orang Eropa terutama sekali dari Inggris ke Australia sudah tidak pernah terbendung lagi. Untuk saat ini, Populasi dari Suku Aborigin di Australia yang mencapai 3% dari adanya total penduduk Australia. Sementara populasi etnis atau bangsa Eropa yang ada di Australia bisa mencapai 90%  dan tentu saja bisa menjadi yang paling dominan di negara berpenduduk 26 juta jiwa tersebut. 

Tersingkirnya Suku Inuit atau Eskimo 

Jadi untuk suku ini ada di negara Kanada, dimana menurut dari jurnal Ilmiah dalam laman The Canadian Encyclopedia yang dikutip langsung oleh situs idntimes.com yakni Suku Eskimo ini menjadi pribumi asli yang memang dulunya bisa mendiami kawasan utara dari Kanada. Dan hebatnya lagi untuk orang-orang pada suku ini sudah mendiami kawasan Kutub Utara selama ribuan tahun lamanya. Dan dalam beberapa catatan sejarah memang mampu untuk disimpulkan bahwa suku eskimo, metis dan juga Indian menjadi penduduk asli Kanada yang sebelumnya sudah ada sejak SM. untuk saat ini sudah ada sekitar 70% orang eskimo yang tinggal di Inuit Nunangat menjadi sebuah wilayah di bawah pemerintahan Kanada. Jika memang suku ini sudah mendiami adanya negara Kanada selama ribuan tahun lamanya, bangsa Eropa justru baru saja menemukan adanya dataran Kanada pada tahun 1534, dan saat penjelajah asal perancis bernama Jacques Cartier ini sampai pada pinggiran wilayah Stadacona yang saat ini sudah menjadi kota Quebec. 

Dari data statistik yang ada, cili asli Kanada sudah terdiri dari Suku Inuit – indian dan juga Metis. Namun hanya saja mencapai di angka 6% dari total populasi yang ada. Sementara itu untuk etnis atau bangsa Eropa sudah menjadi mayoritas di negara dingin pada persentase mencapai angka 92%. Bangsa Eropa sendiri menjadi penduduk Kanada yang berasal dari inggris – lalu Perancis – Jerman – Negara Skotlandia – Irlandia – Italia – Negara belanda – polandia bahkan sampai ke Norwegia dan juga Ukraina. Sudah sangat jarang sekali bisa ditemui adanya suku-suku asli dari Eskimo maupun Indian Kuno yang berada di tanah kanada. Jika memang ada, mungkin ini karena mereka telah mendiami wilayah yang begitu terpencil dengan akses yang sulit untuk bisa dijangkau sama sekali. 

Selain ketiga suku tersebut, nyatanya masih ada suku lain yang  mana tersingkirkan dari Invasi Eropa. Seperti halnya Suku Maya dan juga Suku Aztec yang berasal dari Meksiko dengan Suku Indian asal Amerika Serikat. Dengan begini bisa disimpulkan pasti bahwa sejarah ari Kolonialisme dan pendudukan bangsa Eropa di banyak wilayah yang ada di dunia ini memang mampu membuat bangsa maupun suku menjadi lemah dan pada akhirnya bisa tersingkirkan dengan jelas !